Selasa, 11 Januari 2011

Gaya Fashion Lady Gaga Eksentrik

Lady GaGa selalu menjadi pusat perhatian, baik dengan musiknya, maupun cara berpakaiannya. Hanya Lady GaGa yang bisa memakai celana dalam besar, petasan pakaian dalam dan bola disko sebagai pakaian.
Entah itu tampil dengan celana yang aneh, atau tanpa celana sama sekali, Lady GaGa telah menciptakan trend mode.
Penyanyi kontroversial Lady Gaga dinobatkan sebagai bintang “ter-stylish” di seluruh dunia. Majalah Vanity Fair memberikan gelar selebritas dengan pakaian terbaik kepada Lady gaga kerena penampilan yang selalu tampil beda dan up to date di setiap kesempatan.
Gaga yang terkenal karena gaya busanya yang eksentrik dan unik ini menjadi sorotan dari berbagai media. Sekali waktu pernah dirinya mengenakan pakaian yang aneh dengan lobster imitasi atau kaleng diet cola yang membungkus kepalanya, serta pakaian yang terbuat dari boneka kodok berwarna hijau.
Gaya pakaian Lady Gaga yang nyeleneh ini berhasil membuatnya masuk di daftar Vanity Fair bersama orang-orang terkenal lain seperti, Carey Mulligan, Javier Bardem, Ibu Negara Perancis Carla Bruni, dan Diane Kruger.




Desainer Giorgio Armani pun telah menciptakan beberapa pakaian untuk Gaga agar dipakai selama sisa turnya yang bertajuk “Monster Ball”. Di mana pada saat ini, Gaga bernyanyi di Liverpool, London, Inggris dilanjutkan ke Glasgow dalam beberapa hari berikutnya.
Lalu Gaga akan melakukan perjalanan ke Australia dan Eropa pada pekan-pekan mendatang. Demikian seperti okezone kutip dari Hollyscoop, Kamis (25/2/2010)Vogue menuliskan, “Kelihatannya termasuk busana panggung yang membentuk tubuh dengan warna gemerlap dan bahu melengkung yang sesuai dengan tubuh Gaga. Sementara busana lainnya diberi efek bentuk lobster di salah satu lengan, gaun mini geometris dengan efek aksesori seperti cermin yang dramatis, dan gaun hitam panjang hingga menyentuh lantai. Masing-masing dilengkapi dengan tampilan akhir yang dibuat khusus, yaitu sepasang sepatu yang serasi dengan kacamata hitam, semua dirancang oleh Armani.”
Giorgio Armani mengatakan, “Kami mendengar musik Lady Gaga di mana pun kami pergi. Itu seperti sebuah soundtrack zaman kami. Selain piawai menulis lagu, dia adalah fenomena mode modern. Dan Gaga pasti sangat senang mengenakan pakaian ini, karena tidak ada pilihan pakaian yang terlalu berani untuk dirinya.”

Angelina Jolie Promo Film Terbarunya -SALT-

        Artis yang masih tampak cantik di usia 35 tahun ini kini sedang sibuk dengan promo film terbarunya yang berjudul SALT. Film yang disutradarai oleh Philip Noyce ini rencananya akan dirilis pada 23 Juli 2010 di bioskop Amerika.
Padahal Angelina Jolie diperkirakan masih akan melanjutkan film sebelumnya wanted. Namun ternyata Jolie tidak ingin melanjutkan main di wanted 2 dan ia mengaku bahwa karakter Fox yang telah mati di film pertamanya adalah alasan utamanya tidak ingin main lagi di Wanted 2.



Saat junket film terbarunya ‘Salt’, Jolie mengatakan “Menjadi mati membuat sulit, pihak studio berusaha membawa saya kembali ke dalam film, tapi aku jenis orang yang jika sudah mati di dalam film, maka aku harus mati dan tidak bisa bangkit lagi”.
Joile juga menambahkan “Kita mungkin akan melakukannya, tapi kami belum memiliki naskah,” katanya “tapi saya mencintai Maleficent sejak saya masih kecil, jadi kalau ada orang yang akan membuat film ini, saya adalah orang pertama yang akan berusaha mendapatkan peran ini. Selain itu saya ingin bekerja sama dengan Tim Burton, itu akan menjadi mimpi karena dia begitu luar biasa”.
Lalu, bagaimana aksi sicantik Angelina Jolie dama film SALT ini? Kita tunggu di bioskop Indonesia sebentar lagi.

Daniel Radcliffe ayah muda yang BERMASALAH !!!

Daniel Radcliffle, yang lebih dikenal sebagai harry potter ini kini tengah memerankan sosok ayah muda bermasalah dalam film terbarunya Woman In Black. Film bergenre thriller ini akan menampilkan dirinya dalam karakter baru yang lebih dewasa.
Daniel Radcliffle merasa dalam peran barunya ini dia harus belajar untuk lebih mendalami aktingnya. Dia merasa khawatir orang masih melihat Daniel Radcliffle sebagai sosok Harry potter.
“Inilah yang membuat saya khawatir (bahwa fans akan melihatnya tetap sebagai Harry Potter), tapi ini tantangan buat saya agar bisa terlihat seperti seorang ayah dan ayah muda,” ujar Daniel dalam perbincangan dengan LA Times, seperti dinukil dari Digital Spy.
Dia menambahkan “Kalau saya bisa melakukan ini dengan baik, maka saya bisa melepaskan diri dari bayang-bayang Harry Potter”.



Skenario dari film women in black ini ditulis oleh Jane Goldman, dia sengaja menambahkan beberapa banyak karakter khusus agar mampu menghilangkan image Harry Potter dari Daniel Radcliffle dalam film ini. Film ini rencananya akan mulai tayang tahun depan (2011).
Daniel sendiri mengakui bahwa scenario dalam film ini cukup bagus dan karakter yang digambarkan didalamnya benar-benar jelas. Dalam penggambaran karakter itu memang ada penekanan yang bisa membuatnya menjadi karakter berbeda dan lepas dari bayang-bayang Harry Potter.

Lady Gaga Belajar Menjadi Bintang Pop dari Michael Jackson





             Lady Gaga mengaku kepada majalah Rolling Stone bahwa dia mendapat inspirasi dari sejumlah bintang pop, tapi kalau dia harus diopname, misalnya, dia akan meniru Michael Jackson.
“Seandainya aku terluka di panggung, tapi jangan sampai deh! dan penggemarku berteriak-teriak di depan rumah sakit mengharapkan aku keluar, aku akan keluar sebagai Gaga,” penyanyi berambut pirang itu mengatakan pada majalah musik tersebut, yang saat ini memasang foto Gaga di halaman depannya.
“Michael dulu pernah luka bakar, dan dia mengangkat sarung tangannya yang berkilau tinggi-tinggi agar penggemarnya dapat melihatnya, karena dia berkecimpung di bisnis seni hiburan. Begitu lah seharusnya kami lakukan,” tambahnya.
Lady Gaga (24 th) mengaku sampai-sampai dia menahan rasa hausnya ketika manggung. “Aku bahkan tidak mau minum ketika manggung di depan penonton, karena aku ingin mereka tetap fokus pada fantasi musik itu,” katanya.Lady Gaga benar-benar bintang sejati, ia dapat berlaku sebagai bintang yang paling bersinar dihadapan ratusan bahkan ribuan penggemarnya.

Minggu, 09 Januari 2011

asaL usul CHEERLEADER *english version*

            Princeton graduate Thomas Peebles introduced the idea of organized crowds cheering at football games to the University of Minnesota. However, it was not until 1898 that University of Minnesota student Johnny Campbell directed a crowd in cheering "Rah, Rah, Rah! Ski-u-mah, Hoo-Rah! Hoo-Rah! Varsity! Varsity! Varsity, Minn-e-So-Tah!”, making Campbell the very first cheerleader and November 2, 1898 the official birth date of organized cheerleading. Soon after, the University of Minnesota organized a "yell leader" squad of 6 male students, who still use Campbell's original cheer.[4] In 1903 the first cheerleading fraternity, Gamma Sigma was founded.[5] Cheerleading started out as an all-male activity, but females began participating in 1923, due to limited availability of female collegiate sports and men being drafted for war. At this time, gymnastics, tumbling, and megaphones were incorporated into popular cheers, and are still used.[5] It is estimated that 97% of cheerleading participants overall are female, but males still make up 50% of cheering squads at the collegiate level.[6]

Cornell University cheerleader on a 1906 postcard




In 1948, Lawrence "Herkie" Herkimer, of Dallas, TX and a former cheerleader at Southern Methodist University formed the National Cheerleaders Association (NCA) as a way to hold cheerleading clinics. In 1949, The NCA held its first clinic in Huntsville, TX with 52 girls in attendance.[6] Herkimer contributed many firsts to the sport: the founding of the Cheerleader & Danz Team cheerleading uniform supply company, inventing the herkie, (where one leg is bent towards the ground and the other is out to the side as high as it will stretch in the toe-touch position)[7] and creating the "Spirit Stick".[5] By the 1960s, college cheerleaders began hosting workshops across the nation, teaching fundamental cheer skills to eager high-school-age girls. In 1965, Fred Gastoff invented the vinyl pom-pon and it was introduced into competitions by the International Cheerleading Foundation (now the World Cheerleading Association or WCA). Organized cheerleading competitions began to pop up with the first ranking of the "Top Ten College Cheerleading Squads" and "Cheerleader All America" awards given out by the International Cheerleading Foundation in 1967. In 1978, America was introduced to competitive cheerleading by the first broadcast of Collegiate Cheerleading Championships on CBS.[4][5]

In the 1960s National Football League (NFL) teams began to organize professional cheerleading teams. The Dallas Cowboys Cheerleaders soon gained the spotlight with their revealing outfits and sophisticated dance moves, which debuted in the 1972–1973 season, but were first seen widely in Super Bowl X (1976). This caused the image of cheerleaders to permanently change, with many other NFL teams emulating them. Most of the professional teams' cheerleading squads would more accurately be described as dance teams by contemporary standards; as they rarely, if ever, actively encourage crowd noise or perform modern cheerleading moves.




The 1980s saw the onset of modern cheerleading with more difficult stunt sequences and gymnastics being incorporated into routines. All-star teams started to pop up, and with them the creation of the United States All-Star Federation (USASF) ESPN first broadcasted the National High School Cheerleading Competition nationwide in 1983. Cheerleading organizations such as the American Association of Cheerleading Coaches and Advisors (AACCA), founded in 1987, started applying universal safety standards to decrease the number of injuries and prevent dangerous stunts, pyramids and tumbling passes from being included in routines.[8] In 2003, the National Council for Spirit Safety and Education (NCSSE) was formed to offer safety training for youth, school, all star and college coaches. The NCAA requires college cheer coaches to successfully complete a nationally recognized safety-training program. The NCSSE or AACCA certification programs are both recognized by the NCAA.

Even with its athletic and competitive development, cheerleading at the school level has retained its ties to the spirit leading traditions started back in the 1890s. Cheerleaders are seen as ambassadors for their schools, and leaders among the student body. At the college level, cheerleaders are often invited to help at university fundraisers.




Cheerleading is currently most closely associated with American football and basketball. Sports such as association football (soccer), ice hockey, volleyball, baseball, and wrestling sometimes sponsor cheerleading squads. The ICC Twenty20 Cricket World Cup in South Africa in 2007 was the first international cricket event to have cheerleaders. The Florida Marlins were the first Major League Baseball team to have cheerleaders. Debuting in 2003, the "Marlin Mermaids" gained national exposure and have influenced other MLB teams to develop their own cheer/dance squads =)

SCS i LOVE *

yang ntar masuk SMAN 4 MALANG kudu liat dan ikut EKSKUL cheerleader ^_^


go SCS !!! 
 

AKU

      gw ALVINA ROSALIA, panggil aj gw VINA. gw anak ke 2 dari 2 bersaudara, sifat gw menurut gw sih biasa aja. tapi gw ga tau menurut orang* sifat gw kaya gmana ya lo bisa liat foto gw ini kan ?




nah gmana pendapat kalian ???
















* bantu aku ya, karena aku pendatang baru ^_^